- HOME - - ISLAM - - GEOGRAFI - - SHARE - - PALESTINE NEW'S - - UNIK -
Tampilkan postingan dengan label belajar GEOGRAFI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar GEOGRAFI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 September 2010

Teori Geopolitik

Frederich Ratzel (1844 – 1904)

1. Pertumbuhan negara dapat dianalogikan sebagai organisme yang membutuhkan ruang untuk hidup mulai dari lahir – matai

2. Makin luas potensi ruang hidup maka semakin memungkinkan kelompok politik tumbuh

3. Hanya bangsa yang unggul saja yang dapat bertahan terus dan langgeng dari hukum alam

4. Semakin tinggi budaya suatu bangsa semakin besar akan dukungan akan SDA

5. Perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya harus diimbangi dengan pemekaran wilayah

6. Batas-batas negara pada dasarnya bersifat sementara, bila sudah tidak dapat memenuhi maka dapat diperluas dengan mengubah batas negara dengan cara damai maupun kekerasan

7. Negara harus meletakkan dasar suprastuktur geopolitik bahwa negara harus menyesuaikan dengan keadaan sekitar (darat/laut)

Sir Halford Mackinders (1861-1947)

Barang siapa dapat menguasai “daerah jantung (heartland)“, yaitu Eurasia (Eropa dan Asia) akan dapat menguasai “pulau dunia (World Island)“, yakni Eropa, Asia, dan Afrika. Barang siapa yang dapat menguasai World Island akhirnya dapat menguasai dunia.

Karl Haushofer (1869-1946)

“Siapa pun yang bisa menguasai Heartland maka ia akan mampu menguasai World Island


Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari tentang potensi kehidupan, politik, strategi, dan geografi yang dimiliki oleh suatu bangsa. Dari ketiga teori diatas memiliki keterkaitan dalam hal potensi kehidupan, politik, strategi suatu negara berdasarkan satuan ruang yang merupakan dasar utama suatu bahasan penting dalam ilmu geografi.

Hal ini dilihat dari teori Retzel di mana di dalam teorinya dia menyebutkan bahwa suatu negara seperti organisme dimana teori Ratzel sangat terpengaruh oleh teori Darwin yang menyebutkan bahwa suatu mahkluk hidup yang semakin sempurna membutuhkan ruang hidup yang semakin luas, begitu pula dengan suatu negara.

Menurut teori Retzel negara adalah ruang yang ditempati oleh kelompok masyarakat politik (bangsa). Bangsa dan negara terikat hukum alam. Jika bangsa dan negara ingin tetap eksis dan berkembang, maka harus diberlakukan hukum ekspansi (pemekaran wilayah). Dari paham ekspansionisme ini kemudian melahirkan paham adu kekuatan (Power Politics atau Theory of Power). Hal ini di dukung oleh teori yang di buat pula oleh Retzel yang menyatakan “Batas-batas negara pada dasarnya bersifat sementara, bila sudah tidak dapat memenuhi maka dapat diperluas dengan mengubah batas negara dengan cara damai maupun kekerasan”.

Teori lainnya melengkapi akan dasar yang diberikan oleh Ratzel, yaitu dimana untuk berkembang lebih lanjut harus menguasai heartland lalu menguasai world island maka dunia akan dikuasai. Hal inilah yang menginspirasi Hitler untuk mengekspansi negaranya guna menjadikan negaranya superpower. Sebenarnya hal ini pula yang dilakukan oleh Amerika Serikat, namun cara yang dilakukan lebih halus, menguasai secara perlahan dengan menjadi investor di heartland kemudian world island. Dimana Amerika hanya menguasai SDA dari tiap-tiap negara heartland yang dilanjukan pada worldland.

Ketiga teori geopolitik ini saling melengkapi untuk tujuan menigkatkan potensi kehidupan dari segi pemenuhan SDA dengan memaksimalkan pemanfaatan SDA yang dimiliki negara itu sendiri tanpa campur tangan dari negara lain, apabila masih terdapat campur tangan menandakan bahwa negara tersebut belumlah maju. Menigkatkan potensi politik dengan berkerja sama dengan negara-negara lain tanpa harus menguasai, karena penjajahan tidak sesuai dengan isi dari UUD Negara Indonesia. Meningkatkan potensi strategi dengan menguasai keadaan baik potensi secara ekonomi, sosial, dan budaya negara dengan memahami ilmu geografi.

Senin, 12 April 2010

Gerak Massa Batuan

GERAK MASA BATUAN

Secara garis besar Gerak Masa Batuan (Mass Movement) dapat diartikan sebagai perpindahan material batuan di permukaan bumi akibat gaya grafitasi yang dimiliki bumi. Perpindahan ini dapat terjadi dalam waktu yang singkat maupun waktu yang lama. Satu ciri yang dapat digunakan sebagai acuan bahwa bentuklahan yang ada akibat adanya pergerakan masa batuan adalah tidak adanya sortasi/pemilahan material. Seluruh material baik kasar maupun halus akan tercampur aduk menjadi satu. Perpindahan Masa Batuan ini sendii dapat dibedakan menjadi beberapa tipe, antara lain :

a. Tipe Creep (Rayapan)
Rayapan merupakan gerak masa batuan yang sangat lambat, sehingga proses rayapannya hampir tak dapat diamati. Perpindahan Masa Batuan bertipe Creep ini hanya bisa diketahui dengan gejala-gejala seperti menjadi miringnya tiang listrik atau dengan melihat ketidakteraturan permukaan tanah. Jika dilihat dari kecepatannya maka tipe Creep ini memiliki kecepatan antara 1 mm hingga 10 m pertahun.

b. Tipe Luncuran (Slides)
Tipe Luncuran ini lebih sering dikenal orang awam dengan bencana tanah lonsor. Gerakan masa batuan seperi inilah yang sering menimbulkan korban jiwa. Secara umum luncuran batuan dapat diartikan sebagai pepindahan material permukaan bumi menuruni lereng dengan cepat. Berdasar bidang luncurannya maka tipe pepindahan masa batuan ini dapat dibedakan menjadi transisional dan rotasional. Untuk luncuran yang memiliki bidang luncur lurus disebut dengan transitional slide, sedangkan luncuran yang memiliki bidang luncur melengkung disebut sebagai rotational slide contoh: Slump.
c. Tipe Aliran
Gerak Masa Batuan tipe aliran ini dicirikan dengan adanya bidang geser (shear plan). Tipe aliran ini dapat dibedakan dengan rayapan dari batas yang tegar dan material yang terpindahkan. Menurut Vames (1978) alirm masa batuan dapat dibedakan menjadi aliran kering, suliflaction, aliran tanah, aliran debris, dan debris avelanche. Dari kesemua tipe tersebut tipe suliflaction adalah gerak masa batuan tipe aliran yang paling lambat bergerak. Hal ini terjadi karena lapisan tanah memiliki kejenuhan yang tinggi terhadap air. Tipe suliflaction dapat berlangsung pada medan dengan kemiringan hanya 1° dan dapat pula terjadi pada lingkungan periglasial.

d. Tipe Heave
Gerak masa batuan bertipe Heave ini terjadi karena adanya proses kembang kerut tanah. Tanah yang banyak mengandung lempung smectile biasa mengalami kembang kerut. Ketika tanah ini mengembang maka volume akan bertambah kearah tegak lurus bidang lereng. Oleh sebab itu akan terjadi desakan kearah lereng bawah. Tipe heave sendiri masih dapt dibagi menjadi rayapan tanah dan rayapan talus. Tipe heave ini dikendalikan oleh kuanitas kandungan tanah terhadp lempung jenis smectile atau illit dan relief mikro akibat adanya proses kembang kempis.

e. Tipe Jatuhan
Gerak masa batuan bertipe jatuhan ini dicirikan oleh pegerakan melalui udara. Pada umumnya fragmen batuanlah yang seolah terbang. Didalm kenyataannya sangat sulit menemui tip pergerakn masa batuan seperti ini. Suatupengecualian pada tebing sungai yang runtuh dan sering diistilahkan dengan bank calving.

f. Tipe Runtuhan (Subsidence)
Satu ciri utama dri pergerakan masa batuan ini adalah tak kuatnya lagi penopang batuan yang ada. Ketika penopang sudah tak kuat atau bahkan sudah hilang maka masa batuan diatasnya akan jatuh secara cepat yang disebut dengan runtuh.

Dari kesemua jenis gerak massa dapat diketahui tingkat resiko terhadap jenis material yang dipengaruhi... pada gambar dibawah...

















gambar2 diatas beberapa g jelas nih ane kasih yang agak baik... semoga membantu....




Sabtu, 03 April 2010

Sistem Tanah PUSLITTANAK

PUSLITTANAK
Nama-nama tanah dalam tingkat Jenis dan Macam tanah dalam sistem Pusat Penelitian Bogor yang disempurnakan (1982) sangat mirip dengan sistem FAO/UNESCO. Walaupun demikian nama-nama lama yang sudah terkenal tetap dipertahankan, tetapi menggunakan definisi-definisi baru. Jenis-jenis tanah yang ada adalah sebagai berikut :
Jenis – Jenis Tanah menurut Klasifikasi Pusat Penelitian Tanah Bogor, (disempurnakan, 1982)
1. Organosol Tanah organik (gambut) yang ketebalannya lebih dari 50 cm.
2. Litosol Tanah mineral yang ketebalannya 20 cm atau kurang. Di bawahnya terdapat batuan keras yang padu.
3. Rendzina Tanah dengan epipedon mollik (warna gelap, kandungan bahan organik lebih dari 1 %, kejenuhan basa 50 %), dibawahnya terdiri dari batuan kapur.

4. Grumusol Tanah dengan kadar liat lebih dari 30 % bersifat mengembang dan mengerut. Jika musim kering tanah keras dan retak-retak karena mengerut, jika basah lengket (mengembang).

5. Gleisol Tanah yang selalu jenuh air sehingga berwarna kelabu atau menunjukkan sifat-sifat hidromorfik lain.

6. Aluvial Tanah berasal dari endapan baru dan berlapis-lapis, bahan organik jumlahnya berubah tidak teratur dengan kedalaman. Hanya terdapat epipedon ochrik, histik atau sulfurik, kandungan pasir kurang dari 60 %.

7.Regosol Tanah bertekstur kasar dengan kadar pasir lebih dari 60 %, hanya mempunyai horison penciri ochrik, histik atau sulfurik.

8. Arenosol Tanah bertekstur kasar dari bahan albik yang terdapat pada kedalaman sekurang-kurangnya 50 cm dari permukaan atau memperlihatkan ciri-ciri mirip horison argilik, kambik atau oksik, tetapi tidak memenuhi syarat karena tekstur terlalu kasar. Tidak mempunyai horisin penciri kecuali epipedon ochrik.
9. Andosol Tanah-tanah yang umumnya berwarna hitam (epipedon mollik atau umbrik) dan mempunyai horison kambik; kerapatan limbak (bulk density) kurang dari 0,85 g/cm3, banyak yang mengandung amorf atau lebih dari 60 % terdiri dari abu vulkanik vitrik, cinders atau bahan pyroklastik lain.
10. Latosol Tanah dengan kadar liat lebih dari 60 %, remah sampai gumpal, gembur, warna tanah seragam dengan dengan batas-batas horison yang kabur, solum dalam (lebih dari 150 cm), kejenuhan basa kurang dari 50 %, umumnya mempunyai epipedon kambrik dan horison kambik.
11.
Brunizem Seperti Latosol, tetapi kejenuhan basa lebih dari 50 %.
12. Kambisol Tanah dengan horisin kambik, atau epipedon umbrik atau molik. Tidak ada gejala-gejala hidromorfik (pengaruh air).

13. Nitosol Tanah dengan penimbunan liat (horison argilik). Dari horison penimbunan liat maksimum ke horison-horison di bawahnya, kadar liat turun kurang dari 20 %. Mempunyai sifat ortoksik (kapasitas tukar kation kurang dari 24 cmol (+) / kg liat.

14.Podsolik Tanah dengan horison penimbunan liat (horison argilik), dan kejenuhan basa kurang dari 50 %, tidak mempunyai horison albik.

15. Mediteran Seperti tanah Podsolik (mempunyai horison argilik) tetapi kejenuhan basa lebih dari 50 %.

16. Planosol Tanah dengan horison albik yang terletak diatas horison dengan permeabilitas lambat (misalnya horison argilik atau natrik) yang memperlihatkan perubahan tekstur nyata, adanya liat berat atau fragipan, dan memperlihatkan ciri-ciri hidromorfik sekurang-kurangnya pada sebagian dari horison albik.

17. Podsol Tanah dengan horison penimbunan besi, Alumunium Oksida dan bahan organik (sama dengan horison sporadik). Mempunyai horison albik.

18. Oksisol Tanah dengan pelapukan lanjut dan mempunyai horison oksik, yaitu horison dengan kandungan mineral mudah lapuk rendah, fraksi liat dengan aktivitas rendah, kapasitas tukar kation rendah (kurang dari 16 cmol (+) / kg liat). Tanah ini juga mempunyai batas-batas horison yang tidak jelas.

Kamis, 04 Maret 2010

definisi geomorfologi (Indonesia)

Beberapa definisi/pengertian tentang geomorfologi:
saya urutkan definisi yang dikemukakan oleh ahli berdasarkan tahunnya.

Geomorfologi suatu bidang kajian sains bumi yang mengkaji interaksi antar proses, faktor, dan bentuk permukaan bumi secara saintifik (Hjulstrom, 1935)

Studi tentang bentuklahan (Loback, 1939)

Ilmu Pengetahuan tentang bentuklahan (Thonbury, 1954)

Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari permukaan bumi yang terjadi karena kekutan-kekuatan yang bekerja di atas dan di dalam bumi (Katili John, 1959)

Studi bentuklahan yang menekankan pada sifat alami, asal mula (genetik), proses perkembangannya, dan komposisi materialnya (Cooke, 1974)

Studi bentuklahan dan proses-proses yang mempengaruhi pembentukannya, dan menyelidiki hubungan antara bentuk dan proses dalam tatanan keruangan (Van Zuidam, 1979)

Ilmu pengetahuan tentang Bentuklahan sebagai pembentuk permukaan bumi, baik diatas maupun dibawah permukaan laut, dengan menekankan pada asal mula (genesis) dan perkembangannya dimasa datang serta konteksnya dengan lingkungan (Vestappen, 1983)


Definisi pak Vestappen yang paling banyak digunakan sekarang

geomorfologi definition

Some Difinition about geomorphology:

“Geomorphology is the study which describes landforms and the processes which arrange their formation, and investigates the interrelationship of these forms and processes, and their special arrangement”. Zuidam and Cancelado (1979, 1985)


“Geomorphology can be defined as ‘science’ dealing which landform making up the earth surface, both above and below sea level and stressing their genesis and future development, as well as their environment contexts”. Verstappen, H.Th. (1983)


Geomorphology, the festinating science that has LANDFORMS and their evolution as a subject.H.Th. Verstappen (1968)


Geomorphology is the systematic study of the earth’s surface, but for simplicity may well called the study of landforms. Strahler (1968)

Geomorphology is the scientific interpretation of origin and development of LANDFORM of the earth; the modern development of physiographic.
F.J. Monkhouse (1979)

Mintakat (Zona) riparian

4 maret 2010

Zona Riparian
adalah zona peralihan antara sungai dengan daratan. Wilayah ini memiliki karakter yang khas, karena perpaduan lingkungan perairan dan daratan. Salah satunya, komunitasa tumbuhan pada mintakat ini dicirikan oleh tetumbuhan yang beradaptasi dengan perairan, yakni jenis-jenis tumbuhan hidrofilik; yang dikenal sebagai vegetasi riparian. Perkataan riparian berasal dari bahasa latin "ripa", yang berarti “tepian sungai”.

wilayah riparian

Mintakat riparian bersifat penting dalam ekologi, pengolaan lingkungan, dan rekayasa sipil, terutama karena peranannya dalam konservasi tanah dan keanekaragaman hayati yang dikandungnya, serta pengaruhnya terhadap ekosistem perairan. Bentuk fisik zona ini bisa bermacam-macam, di antaranya berupa hutan riparian, paya-paya, aneka bentuk lahan basah, bahkan tak bervegetasi. Istilah-istilah teknis seperti sempadan sungai dan kakisu (kanan-kiri sungai) mengacu kepada mintakat ini, meski pengertiannya tak sepenuhnya sama.

Wilayah riparian bisa berbentuk alami atau terbangun untuk keperluan stabilisasi tanah atau rehabilitasi lahan. Mintakat ini merupakan biofilter alami yang penting, yang melindungi lingkungan akuatik dari sedimentasi yang berlebihan, limpasan air permukaan yang terpoliso, dan erosi tanah. Zona ini juga menyediakan perlindungan dan makanan untuk banyak jenis hewan akuatis, dan juga naungan yang penting dalam pengaturan temperatur perairan. Banyak karakter yang menunjukkan kapasitas wilayah ini sebagai mintakat penyangga (bufferzone) bagi kawasan di sekitarnya.

Penelitian menunjukkan bahwa zona ini berperan penting dalam menjaga kualitas air yang masuk ke sungai, baik dari limpasan air permukaan (surface runoff) maupun dari aliran air bawah tanah. Terutama penting untuk mengurangi senyawa nitrat (denitrifikasi) yang berasal dari pupuk yang ditebarkan di lahan-lahan pertanian, yang terbawa oleh aliran air dan berpotensi merusak ekosistem serta mengganggu kesehatan. Fungsi ini diperlihatkan dengan baik oleh mintakat yang berupa lahan basah di tepian sungai.

Mintakat riparian juga berfungsi meredam energi aliran air. Kelok liku aliran sungai (meander), dikombinasikan dengan vegetasi dan perakaran tumbuhan di mintakat ini, mampu meredam energi pukulan arus sungai, sehingga mengurangi erosi dan kerusakan badan sungai akibat banjir. Pada peristiwa banjir besar, mintakat riparian mencegah kehancuran yang lebih luas di bagian luar sungai, meskipun mintakat itu sendiri mungkin menjadi porak-poranda. Sementara itu pada bagian lain mintakat, sediment sungai diperangkap dan diendapkan, sehingga menurunkan kadar padatan tersuspensi dalam air, mengurangi kekeruhan, menggantikan tanah yang hanyut, serta membentuk tepian yang baru.

Wilayah kanan-kiri sungai merupakan habitat margasatwa dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, yang seringkali berfungsi sebagai koridor; yakni daerah yang dijadikan sebagai tempat perlintasan aneka jenis fauna akuatik maupun terestrial, yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya

Vegetasi di kanan-kiri sungai memiliki karakter yang khas, yang sering memperlihatkan pengaruh dan interaksi dengan lingkungan perairan yang dinamis. Banyak dari jenis tumbuhan di wilayah riparian ini yang memencar dengan mengandalkan aliran air atau pergerakan ikan. Dari segi ekologi, fenomena ini penting sebagai salah satu mekanisme aliran energi ke dalam ekosistem perairan, melalui jatuhan ranting, daun dan terutama buah tetumbuhan ke air, yang akan menjadi sumber makanan bagi hewan-hewan akuatik.

Dari sudut sosial, kawasan ini banyak menyumbang bagi nilai-nilai kehidupan masyarakat di sekitarnya. Wilayah tepian sungai yang bervegetasi baik sering dijadikan taman tempat bersantai dan berinteraksi bagi penduduk, terutama di perkotaan. Taman dan hutan kota semacam ini biasa dijadikan tempat rekreasi harian, bersepeda, memancing, dan lain-lain. Pemandangan sungai yang indah, juga di waktu malam di daerah perkotaan.

Namun, pada saat ini terutama di Jakarta zona ini banyak dimanfaatkan untuk pemukiman, jadi wajar saja kalo di Jakarta banyak terjadi banjir. floodplain dijadikan pemukiman dan diperparah dengan mintakat reparian yang juga digunakan untuk pemukiman. Dan wajar banyak fauna akuatik tidak terdapat di kota..... tepatnya tidak seperti dulu....



Minggu, 15 Maret 2009

geomorfo kedua

Disini saya mau berbagi apa yang saya ketahui.....


1. Contoh proses kimia dan fisik yang dapat merubah muka bumi

Jawab:

Proses fisik:

Erosi yang mengakibatkan terkikisnya suatu permukaan yang tinggi menjadi rendah serta mengangkut material hasil erosi kemudian diendapkan yang merupakan bagian penting dalam proses pendataran permukaan bumi.


Pada gambar diatas dapat terlihat bahwasanya daratan yang terangkat akibat proses patahan akan menjadi datar kembali akibat energi dari erosi.

Proses kimia:

Terbentuknya luweng akibat dari proses kimiawi yaitu dimana daerah tersebut dahulunya datar, akan tetapi batuan gamping dari daratan itu memiliki unsur basa dengan kadar yang tinggi dan terdapat pula batuan belerang yang mengandung asam dengan kadar yang tinggi pula. Apabila daratan ini terkena air maka akan terjadi retakan pada dataran tadi akibat dari larutnya batuan blerang yang mempengaruhi batuan gamping yang ada didekatnya, dan selajutnya akan membentuk lubang menurun dan vertikal, seperti gambar yang terlihat dibawah.


2. Contoh media alami yang mampu mengikis dan mengangkut material muka bumi

Jawab:

Tenaga gaomorfik (geomorfik agent), yaitu semua medium alami yang mampu mengikis dan mengangkut material-material yang ada di permukaan bumi.

Tenaga geomorfik berupa:

- Air mengalir

- Glester

- Air tanah

- Gelombang dan arus laut

- Tsunami

- angin

3. Alasan bahwa gravitasi bukan tenaga geomorfik

Jawab:

Gaya grafitasi tidak termasuk tenaga geomorfik karena grafitasi adalah medium alam yang hanya bisa mengikis (scuring) akan tetapi tidak dapat mengangkut (transporting) material bumi, karena syarat medium alam disebut tenaga geomorfik adalah mediu alam yang bisa mengikis (scuring) dan mengangkut (transporting) material-material bumi.

4. Menjelaskan dan memberikan contoh bahwa tenaga geomorfik berasal dari luar dan dalam bumi

Jawab:

Tenaga Endogen

Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi. Tenaga endogen ini sifatnya membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata. Dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu: Diastriofisme dan vulkanisme.

Diastrofisme terdiri atas dua tenaga, yaitu:

- Tenaga epirogenesa

Merupakan tenaga pengangkatan kerak bumi dalam wilayah yang sangat luas dengan kecepatan relatif lambat, misalnya pengangkatan benua.

- Tenaga orogenesa

Merupakan tenaga pengangkatan pada daerah yang relatif sempit dalam waktu yang relatif singkat, misalnya pembentukan pegunungan lipatan.

Contoh: Mungkin saja di suatu daerah dulunya permukaan bumi rata (datar) tetapi akibat tenaga endogen ini mengubahnya menjadi gunung, bukit atau pegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya lembah atau jurang.


Tenaga Eksogen

Tenaga eksogen adalah kebalikan dari tenaga endogen, yaitu tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifat umum tenaga eksogen adalah merombak bentuk permukaan bumi hasil bentukan dari tenaga endogen.

Contoh: Bukit atau tebing yang terbentuk hasil tenaga endogen terkikis oleh air, sehingga terjadi erosi yang dapat mengubah bentuk permukaan bumi.


klo da yang salah bisa betulin kok......
saya sangat membutuhkan saran yang membangun terimakasih.......